Agama, Hati dan Ilahi: Sebuah Kajian Tasawuf Atas Ayat-ayat Allah
agama,hati dan ilahi
 
 
Agama hati dan ilahi: sebuah kajian tasawuf atas ayat-ayat Allah, secara khusus disajikan untuk menyibak keterkaitan agama, hati dan ilahi. Adakah setiap insan yang telah mengaku beriman kepada Allah selalu setia memperhatikan isi hatinya sendiri? Jika harus dapat dijawab secara jujur, maka dapatlah dipastikan sangat jarang terjadi.
 
Lalu bagaimana hubungannya seseorang yang telah memeluk (agama) Islam dengan hatinya sendiri itu? Adakah yang diperbuatnya dalam memperhatikan hati sangat terkait dengan Allah (Sang Ilahi)?
 
Subhanallah, ternyata, di dalam hati ada keluasan kasih sayang Allah yang terpendam (layaknya mutiara). Dan, Allah sendiri telah berfirman:
 
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat," (QS. Al-Qashash: 77).
 
Ya, di dalam hati. Allah telah menganugerahkan kepada setiap insan kasih sayang-Nya, yang jika perintah Allah diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, maka lahirlah keajaiban.

Apakah keajaiban itu?

Secara bahasa, kata "ajaib" berasal dari bahasa Arab, yakni 'ajib', artinya luar biasa.   
 
Ada "keanehan" yang sulit dipahami oleh rasio dalam waktu singkat. Tetapi, dengan kekuatan iman, yang sulit dalam pandangan akal, akhirnya dapatlah dipahami dengan mudah.   
 
Allah, ternyata, akhirnya menganugerahkan Al-Hikmah ke dalam hati.   
 
Inilah firman Allah yang menjelaskan hal tersebut:
 
"Allah menganugerahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Quran dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)" (QS. Al-Baqarah: 269). 
 
Berbekal pengalaman yang telah dilampaui, penulis berupaya menghadirkan hasil mujahadah tersebut dalam ebook ini: "Agama, Hati dan Ilahi: Sebuah Kajian Tasawuf Atas Ayat-ayat Allah."
 
Agama, Hati dan Ilahi bukanlah asing di telinga kaum muslim. Ketiga istilah tersebut sudah sering kita dengar. Hanya saja, permasalahannya adalah belum semua kaum muslim memahami apa, di mana, mengapa, kapan dan bagaimana ketika ketiganya disatukan menjadi pemahaman yang utuh (holistik) dalam kehidupan keseharian.
 
Inilah yang saat ini sudah seharusnya diketahui oleh kaum muslim.
 
Islam sebagai agama yang diridai oleh Allah bukan agama kepercayaan, melainkan agama keyakinan.
 
Pengetahuan keislaman yang telah banyak dipelajari oleh kaum muslim selama ini tampaknya masih belum menyentuh kepada keyakinan yang kuat, selain masih baru sampai kepada rasa percaya adanya Islam sebagai agama terpilih oleh Allah azza wa jalla sebagai agama-Nya.
 
Kepercayaan terhadap Islam berbeda dengan keyakinan yang lahir di dalam hati kita tentang kebenaran yang diajarkan oleh Islam sebagai agama Allah Yang Maha Mulia.
 
Percaya pada Islam hanya menempatkan kaum muslim berhenti di wilayah pengetahuan lahir-jasmaniah, sedangkan yakin lebih mengantarkan kaum muslim pada tataran kedalaman hati-ruhaniah.
 
Karena itu, apabila Islam diaplikasikan dalam peribadatan dengan landasan hanya percaya akan kebenaran firman Allah dan sabda Nabi-Nya saw, hasil akhirnya adalah ketidakpahaman apa yang seharusnya diikuti sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah atas diri kaum muslim.
 
Keyakinan, di sisi yang lain, apabila dijadikan dasar dalam menjalankan peribadatan yang diajarkan Rasulullah saw, juga sebagaimana yang termaktub di dalam ayat-ayat suci Al-Quran, hasilnya adalah semakin meningkatnya kualitas keimanan kaum muslim akan kebenaran firman Allah sebagai petunjuk bagi kaum muttaqin.
 
Sampai di sini, penulis harus bersyukur kepada Allah bahwa apa yang telah difirmankan oleh Allah di dalam Al-Quran sangat nyata.
 
Berkat bimbingan dan petunjuk dari Allah dan Rasulullah saw, yang ditemui dalam lawatan thariqah sepanjang lebih dari 17 tahun, maka kini sebuah keajaiban benar-benar terjadi dalam kehidupan.
Bagaimanakah penulis telah ditemui oleh Allah dan Rasulullah saw?
Bagaimana pula Al-Hikmah yang telah dianugerahi dan diajarkan langsung oleh Allah dan Rasulullah saw, ternyata semua sudah diterangkan oleh Allah sendiri di dalam Al-Quran?   
 
"Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui" (QS. Al-Baqarah: 151).
 
Tentang bagaimana Allah sendiri mengajarkan langsung kepada penulis, Dia (Allah) pun telah menerangkan di dalam Al-Quran:
"Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS. Al-'Alaq: 5).
 
Juga Allah telah berfirman:
"Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin" (QS. Al-Baqarah: 118)
 
Kini giliran penulis bertanya kepada Anda: Apakah Anda yakin atas keterangan-keterangan Allah di dalam Al-Quran?
 
Menurut hemat penulis, hendaknya Anda jangan pernah meragukan sedikit pun firman Allah.
 
Penulis telah menyaksikan akan kebenaran firman Allah tersebut hingga akhirnya telah diperintahkan untuk mendirikan Majelis Dzikir Tawashow (Untuk mengetahui Apa, Mengapa dan Bagaimana Majelis Dzikir Tawashow, Anda dapat menyimak secara langsung pada buku pedoman di sini).
 
Sekali lagi, apakah Anda telah yakin?
 
Jika Anda sudah benar-benar yakin, penulis akan menawarkan ebook ini kepada Anda.
 
Berapa harga ebook "Agama, Hati dan Ilahi: Sebuah Kajian Tasawuf Atas Aya-ayat Allah?"
 
Untuk mendapatkan ebook setebal 511 halaman ini, Anda hanya perlu membayar:
 
Rp 99.000.
 
Mengapa harganya harus Rp 99.000?
Mengapa tidak dibulatkan menjadi Rp 100.000?
 
Harga yang saya tetapkan ini bukan strategi marketing, selain ada makna tersendiri. Angka 99 mengait kepada Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik).
 
"Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik)" (Qs. Al-Isra': 110).
 
Bagaimana cara mendapatkan ebook ini?
 
Sangat mudah dan praktis!
Anda tinggal transfer ke rekening:
 
BANK BJB
Cabang Indramayu
a/n Ahmad Yuli Yanto, Drs
No. Rek. 0008474419100
 
Untuk memudahkan identifikasi transfer, tambahkan tiga angka terakhir nomor handphone Anda pada jumlah yang ditransfer. Misalnya, bila nomor handphone Anda adalah 081297819449, maka jumlah yang Anda transfer adalah Rp 99.449,-
 
Setelah transfer segera konfirmasi pembayaran via email yuliyanto30@gmail.com dengan subjek: "Pembayaran Ebook Agama, hati dan Ilahi"  atau chat via WA ke 081324159458 sertakan nama dan alamat email.
 
Ebook akan dikirim via email paling lambat dalam waktu 2 x 24 jam setelah konfirmasi pembayaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top