Berdoalah Memohon Kekuatan Niat Tulus dalam Berbuat Baik
berdoalah memohon kekuatan niat tulus
 
Berdoalah memohon kekuatan niat tulus dalam berbuat baik. Sebagaimana telah kita ketahui, lahirnya kepedulian untuk berbuat baik dilandaskan atas keyakinan bahwa Allah telah banyak berbuat baik kepada orang-orang yang beriman.
 
Allah swt telah berfirman:
 
"dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu..." (QS. Al-Qashas: 77)
 
Jika ada keinginan berbuat baik hendaknya didasarkan dengan niat tulus karena Allah, bukan karena dorongan hawa nafsu (riya atau terpaksa).
 
Perbuatan baik karena riya (ingin dipuji) akan menghapus pahala perbuatan baik tersebut.
 
Demikian juga jika karena terpaksa, maka pahala perbuatan baik tersebut tercegah sampai akhirnya Allah-lah yang menetapkan sendiri atas pahala tersebut dihilangkan atau tidaknya.
 
Akankah menghilangkan secara percuma suatu pahala yang dikandungnya atas perbuatan hanya tersangkut untuk sebuah pujian atau keterpaksaan?
 
Kiranya hanya cukup untuk mendapatkan pujian dan keterpaksaan, maka seluruh waktu, tenaga, finansial dan lain-lain faktor pendukung yang sudah dikeluarkan akhirnya terbuang percuma.
 
Kerugian terbesar adalah mengancam pilar utama keimanan menuju kebangkrutan, jika tidak disebut hilangnya keimanan yang paling mendasar dari dalam jiwa. Naudzu billahi tsumma naudzu billahi min dzalik.
 
Jadi, kekuatan niat tulus dalam berbuat baik terletak pada keikhasan hati tanpa ada terselip keinginan dipuji atau terpaksa. 

Selami Ketulusan Hati dalam Berbuat Baik

pandai-pandailah menyelami ketulusan hati
 
Karena itu, pandai-pandailah menyelami ketulusan hati dalam berbuat baik. Kepandaian mengetahui ketulusan hati dalam berbuat baik berarti belajar mengenali apa yang harus diperbuat oleh hati untuk secara istiqamah berada di dalam rahmat Allah.
 
Hati yang tercurahkan rahmat hanya dapat terjadi sekiranya menyadari akan bahaya ajakan kejahatan hawa nafsu.
 
Hilangnya kesadaran atas kejahatan yang dilakukan hawa nafsu menghilangkan semangat juang untuk mengendalikan gejolak jahat hawa nafsu tersebut.
 
"Kesadaran" adalah kata kunci untuk menyusun kekuatan jihad (perjuangan) memerangi kebatilan di dalam jiwa.
 
Adakah cara atau strategi yang dapat dilakukan agar mampu membangun kekuatan jiwa melawan kebatilan?
 
Jawabannya adalah menanamkan niat yang tulus akan pentingnya meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
 
Jawaban yang paling mendasar tersebut dilakukan tahap demi tahap dengan senantaisa meluangkan waktu denga berdoa dan berupaya mengamalkan apa yang telah ditetapkan Allah dalam beribadah kepada-Nya.
 
Berat dan ringannya perbuatan yang dapat dilakukan tergantung keistiqamahan untuk tetap berada pada niat yang diikrarkan tersebut.
 
Maka, bermohonlah kepada Allah agar dirahmati niat yang tulus untuk beribadah kepada-Nya. Jangan menganggap bahwa doa memohon diberikan kekuatan niat yang benar atau tulus (sidqan niyyah) merupakan perihal yang sepele.
 
Bagaimana pun gigihnya seseorang untuk selalu ingin berbuat baik jika didasarkan bukan pada niat yang tulus, hasilnya adalah kesia-siaan.
 
Inilah rahasia yang selama ini banyak menyelimuti kaum mukmin ketika dia tak pandai berdoa memohon kekuatan niat tulus tersebut.***
_____________________________
 
Silakan baca juga: 
  1. Dzikir Melawan Hawa Nafsu
  2. Zikir Khafi: Strategi Perang Melawan Hawa Nafsu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top